Quality Control di Perusahaan Perkayuan

Setiap Industtri pasti mempunyai Bagian Quality Control (QC), karena QC sangat penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualifikasi yang sudah ditentukan. Sehingga produk yang di hasil kan tidak mengecewakan saat sampai di tangan konsumen.
Proses Quality Control
Masing – masing Industri pasti mempunyai standar kualifikasi produk yang akan dijual. Demkian juga dengan perusahaan perkayuan. Beda pabrik, beda tujuan Negara, beda jenis produk akhir pasti akan berbeda pula standar kualifikasi produk nya
Saat ini yang akan saya bahas adalah perusahaan perkayuan yang produk akhirnya berbentuk Finger Joint Laminating Board (FJLB) dengan tujuan ekspor ke Negara Jepang.
Proses QC meliputi :
- Perencanaan Standard dan Prosedur Kualitas (Plan)
- Melaksanakan Rencana dan mengawal proses Produksi (Do)
- Memeriksa hasil Produksi dan dibandingkan dengan standar selanjutnya mencari solusi apabila ada ketidaksesuaian (Check)
- Mengambil tindakan apabila muncul masalah (Action)
Standar QC untuk Finger Joint Laminating Board adalah memastikan perekatan lem pada sambungan antar kayu di mesin Finger Joint bagus dan juga perekatan lem antar batang pada proses mesin Press bagus.
~Baca : Proses Kerja Produk Finger Joint Laminating
Tes Laboratorium Quality Control
Sebelum melakukan tes, bahan yang akan di tes di diamkan selama 2 jam
A. Tes Laboratorium Joint menggunakan tiga metode pengtesan yaitu :
- Diayun (Swing)
Potongan kayu setelah disambung (rata rata order Jepang panjang 4200mm). Di ayun ayun kan minimal lima sampai 7 kali ayunan untuk melihat apakah saat diayun sambungan nya ada yang lepas. Kalau tidak lepas berarti lolos QC.
- Ditekan (Bending)
Pada sambungan nya diberi tekanan untuk melihat apakah lem nya lepas atau kah gigi sambungann nya yang patah. Apabila gigi sambungan nya yang patah, berarti lolos QC..
- Ditarik (Tensile)
Panjang bahan di potong acak minimal ada tiga sambungan. Kemudian di Tarik kedua ujung nya menggunakan Universal Testing Machine (UTM) untuk melhat apakah sambungan nya lepas. Kalau tidak lepas berarti lolos QC.
B. Test Laboratorium untuk Delaminasi menggunakan ketentuan Japanese Agriculture Standard (JAS). Sample yang akan di tes biasanya terdiri dari tiga sampai empat batang Finger Joint Stick yang di temple dengan lebar berkisar 100mm-150mm. Panjang Finger Joint Stick disesuaikan dengan order yang ada biasanya 4200mm. Setelah selesai direkatkan, sample dipotong panjang 150mm diambil dari kedua ujung dan tengah.
- Metode 1
Direndam dengan air (suhu ruangan 20-25 derajat) selama 8 jam. Setelah itu di cek apakah garis lem nya ada yang terbuka.
- Metode 2
Sample direbus selama 4 jam. Setelah di tiris kan selama 2 jam, kemudian di oven dengan suhu maksimal 75 derajat selama 4 jam. Hasil nya di cek apakah ada garis lem yang terbuka. Standar Delaminasi yang di ijinkan adalah 5% dari luas penampang sample.
Penutup
Sebagai tambahan informasi :
Perusahaan ada yang menerapkan dua metode untuk kontrol kualitas yaitu :
- Quality Control (QC) : focus pada pengecekan produk akhir
- Quality Assurace (QA) : focus pada proses produksi agar tidak terjadi kesalahan
