Production Planning and Inventory Control (PPIC) di Perusahaan Perkayuaan

Production Planning and Inventory Control (PPIC)

Setiap perusahaan pasti memiliki depertemen PPIC. Data yang di catat oleh PPIC dapat dipergunakan oleh Depertemen Produksi, Pembelian dan Marketing sebagai sarana untuk analisa perencanaan dan evaluasi hasil kerja di departemen masing masing.

Tugas dan Tanggung Jawab PPIC

Tugas dan Tanggung Jawab PPIC meliputi :

  1. Mencatat Volume Stock Kayu di masing masing bagian antara lain :
    1. Bagian Sawmill    : Volume Log
    1. Bagian Kiln Dry   : Volume Rough Sawn Timber (RST) dalam Chamber
    1. Bagian Finishing  : Volume Work In Pocess (WIP) di semua unit kerja. Bisa berupa RST, S4S, Finger Joint Stick, Solid Laminating, Finger Joint Laminating Board dan Finger Joint Laminating Block
    1. Bagian Gudang    : Volume RST yang tersedia
  2. Mencatat kebutuhan bahan bantu yang diperlukan dalam proses prouksi meliputi :
  3. Bagian Sawmill    : Bahan Borax, Boric, Tali Packing RST, Gergaji, Grenda, Oksigen, Acetylene dan Kapur Lilin.
  4. Bagian Kiln Dry   : Bahan Chemical Boiler
  5. Bagian Finishing  : Bahan Lem Finger, Lem Press, Lem Repair, Plastik Packing, Plastik Wrapping, Plastik Shrink Film, Plastik Strapping, Karton Single Face, Kertas Medium, Kertas Pasir, Tali Packing, Seaaler, Cat Under Coat, Cat Top Coat, Cat UV, Dempul, Kaki dan Papan Palet  
  6. Bagian Tooling     : Circle, Mini Finger Cutter, Scoring, Hoging, Single Spindle dan Pisau Planer

Bagian di Departemen PPIC

Depertemen PPIC umumnya mempunyai empat bagian yaitu :

  1. Bagian Data
    • Analisa Data
    • Data Mutasi
  2. Bagian Drawing
  3. Bagian Flow Process Control
  4. Bagian Inventory Control ( Store Keeper )

Aliran Proses Kerja PPIC

Disini saya focus kan  untuk perusahaan yang proses produksi nya bekerja sesuai order yang masuk.

Aliran Proses Kerjanya adalah sebagai berikut :

  1. Bagian Data
    • Mencatat semua order yang masuk dari Departemen Marketing
    • Memeriksa record file apakah order pernah kerja atau belum
      1. Apabila order belum pernah kerja, diserahkan pada Bagian Drawing
      1. Apabila order sudah pernah kerja, cek ketersediaan Stock Bahan Baku
    • Memeriksa ketersediaan Stock Bahan Baku ( WIP dan RST )
      1. Apabila Bahan Baku cukup, membuat Rencana Kerja Produksi
      1. Apabila Bahan Baku tidak cukup, membuat permintaan kerja di Bagian Sawmill
    • Memeriksa ketersediaan Stock Bahan Bantu
    • Mengajukan schedule pengiriman ke Bagian Shipping
  2. Bagian Drawing
    • Membuat Gambar Produk dan di serahkan ke Unit Tooling untuk membuat Mal pisau Moulding
    • Pisau Moulding yang sudah jadi dicoba untuk membuat sample produk
    • Tryal dilakukan sampai produk sesuai dengan pesanan Buyer
  3. Bagian Flow Process
    • Mengawal proses kerja di produksi agar relisasi sesuai dengan rencana di setiap unit kerja Depertemen Produksi
    • Control Optimalisasi penggunaan Bahan Baku Work In Process
    • Mengajukan usulan adjustmen bahan dan waktu terkait reject yang terjadi di lapangan
  4. Bagian Store Keeper
    • Mempersiapkan kebutuhan dan kecukupan Bahan Bantu untuk semua order yang ada
    • Apabila ada Bahan Bantu yang belum cukup, memberi informasi ke Bagian Data

~ Baca    : Produk Finger Joint Laminating Sebagai Solusi untuk Efisiensi Biaya Produksi

Penutup

Peran Departemen PPIC memang  cukup penting pada suatu Perusahaan. Khusus nya Bagian Flow Process Control. Karena personilnya punya akses ke semua Bagia dalam Departemen Produksi.

Oleh karena itu Personil Flow Process Control sangat berpotensi untuk meniti karier di Departemen Produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *