Perusahaan Perkayuan tempat Meniti Karier

Kayu dan Batu adalah bahan baku tertua yag dipergunakan oleh mausia untuk membuat berbagai macam alat kerja maupun karya seni. Seiring dengan bekembangnya jaman, Ilmu tentang kayu juga semakin luas. Mulai dari pemberian nama, pengelompokan family sampai dengan manfaatnya untuk keperluan individu maupun skala Industri.
Berbagai mesin dibuat untuk memudahkan proses mengolah kayu. Begitu juga berbagai pabrik dibuat untuk membuat karya yang berasal dari bahan baku kayu.
Awal Mengenal Perkayuan
Awal mula saya memsuki dunia perkayuan pada tahun 1994 saat mulai bekerja di perusahaan perkayuan kayu di Kabuppaten Gresik. Ini adalah perusahaan pertama tempat saya bekera setelah lulus kuliah. Memang ini bukan lah perusaahaan yang saya impikan karena saya adalah lulusan Fisika MIPA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya..
Persahaan pertama tempat saya bekerja adalah Perusahaann Modal Asing (PMA) yang bekerja sama denngan Investor Jepang. Investor dari Indonesia memang bukan orang sembarangan. Beliau adalah Bob Hasan, yang saat itu mempunyai predikat sebagai Raja Kayu Indonesia.
Mengenal Jenis Kayu
Dalam masaa percobaan tiga bulan, saya ditempat kan di Departemen Quality Control (QC). Disinilah saya mulai belajar mengenal berbagai macam jenis kayu yang akan di proses di Departemen Produksi . Jenis kayu yang di proses di perusahaan ini ternyata cukup banyak juga. Akan tetapi hal ini justru merupakan keuntungan bagi saya sebagai modal meniti karier di masa depan.
Jenis Kayu yang di olah adalah sebagai berikut :
- Agathis (main product)
- Nyatoh (second product)
- Sungkai
- Jati
- Cempaka
- Ramin
- Bidaru
- Karpus
- Kempas
- Bengkirai
- Oak
- Sen
Secara garis besar, Jenis Kayu ini dibedakan menjadi Kayu Keras atau Kayu Lunak (Kayu Keras lebih berat daan density nya diatas 500), Serat Kasar atau Serat Halus serta Pori pori Besar atau Kecil. Selama satu bulan saya belajar tentang jenis kayu beserta cara Uji Laboratorium nya. Setelah satu bulan saya belajar tentang terapan nya. Yaitu dengan menngamati proses produksi, dipakai untuk product apaa saja, lewat proses mesin apa saja. Karena beda kayu, beda pula cara setting di mesin nya (terkait kecepataan, jenis pisau dan handling)
~ Baca : Quality Control di Perusahaan Perkayuan
Korelasi Jenis Kayu dengan Jenis Produk
Setelah 45 hari saya di QC, saya dipindahkan ke Production Planinng and Inventory Control (PPIC). Disini belajar tentang volume order, volume bahan baku yang dibutuhkan, jenis kayu yang dibutuhkan, gambar produk, flow proses, waktu yang dibutuhkan dan kapan waktu pengiriman nya.
Pekerjaan di PPIC lebih kompleks, karena ada kombinasi antara perhitungan teori (schedule kerja di masing masing mesin) di bandiingkan dengan realisasi (kerusakan mesin, antrian order, reject saat proses dll)
Saat di PPIC baru saya kethui korelasi antara jenis kayu dengann produk jadi nya. Karena tidak semua kayu bisa diproses untuk semua produk. Saya agak terkejut saat belajar tentang order, karena jenis produknya ratusan macam. Katalog nya aja hampir setebal buku telepon (saat itu belum ada hand phone).
Di perusahaan ini, sebagian besar mengerjakan order sampai proses finish coating (pengecatan). Selain jenis produk nya beragam, warna nya pun ada tiga macam warna utama (natural, brown dan dark). Ada juga order yang solid colour (putih atau hitam) tapi jarang.
Di PPIC banyak sekali tantangan, karena dalam proses produksi sering teradi penyimpangan. Yang sering teradi adalah, secara perhitungann bahan baku ok akan tetapi produk jadi nya bisa kurang karena warna natural nya kurang dikarenakan kualitas kayu atau saat di mesin ada reject. Penambahan bahan baku ini lah yang sering membuat target rencana kerja di bandingkan realisasi waktu nya bergeser.
~Baca : PPIC di Perusahaan Perkayuan
Penutup
Masa percobaan selama tiga bulan selesai, saya ditempatkan di Departemen PPIC bagian Flow Process Control yang tugas nya menjembatani antara PPIC dan Produksi. Selama 3 tahun saya di Departemen PPIC.
Tahun ke 4 saya di mutasi sekaligus promosi ke Departemen Produksi. Selama 2 tahun saya di Departemen Produksi dengan posisi terakhir Asisten Kepala Bagian. Setelah 5 tahun saya bekerja, saya putuskan untuk mengundurkan diri dan pindah ke Perusahaan Perkayuan di Lumajang Jawa Timur. Dari sini lah awal perjalanan karier saya sampai sekarang ini.
Semoga dapat menginspirasi para pembaca yang mulai meniti karier. Tetap lah berkarya dengan sungguh sungguh dan totalitas, walaupun saat itu apa yang anda kerjakan bukan hal yang anda impikan.


