Pendakian ke Gunung Sibayak

Saat masih kuliah sampai awal bekerja di Surabaya, beberapa kali saya melakukan kegiatan pendakian ke puncak gunung. Diantaranya Gunung Welirang, Gunung Kelud dan Gunung Lawu (semua nya ada di Jawa Timur). Sementara untuk Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Merapi (Jawa Tengah) tidak bisa sampai puncak karena kondisi cuaca yang tidak mengijinkan. Pendakian ini terakhir saya lakukan tahun 1995. Sudah lebih dari 10 tahun saya tinggalkan kegiatan mendaki gunung karena kesibukan berkarir.

Tahun 2002 saya pindah kerja ke Tebing Tinggi Sumatera Utara. Di tempat yang baru ini mulai lagi menambah rekanan. Ada satu orang Kawan Namanya Sulung yang seusia dengan saya (waktu itu usia saya 43 tahun) yang kebetulan cocok dalam baberapa hal. Setelah 1 tahun ber Kawan baru tahu kalau dia masih aktif dalam kegiatan mendaki gunung. Suatu saat dia  mengjak untuk mendaki Gunung Sibayak (Sumatera Utara). Awal nya saya agak ragu, karena sudah lebih dari 10 tahun saya tinggalkan kegiatann pendakian. Menimbang kondisi fisik saya sudah tidak terlatih untuk berpetualang mendaki gunung.

Setelah beberapa kali diyakin kan kalau medan yang akan dilewati tidak terlampau berat dan akan mengajak Kawan dia Hendri yang sering mendaki Gunung Sibayak untuk ikut, akhir nya saya pun menyetujui nya. Disepakati minggu depan tepat nya tanggal 10 September 2007  kami akan berangkat. Selama satu minggu saya pergunakan waktu untuk Latihan jalan dan olah raga.

Pagi hari saya mengajak adik ipar  saya Bambang dari Sidoarjo Jawa Timur yang kebetulan lagi main ke Tebing Tinggi berangkat ke Medan ke rumah Sulung. Selesai makan siang kami ber empat berangkat ke Brastagi di kaki Gunung Sibyak. Jam 20.00 kami nulai perjalanan mendaki., dan di jadwal kan jam 24.00 sudah sampai ke puncak Sibayak.

Setelah dua jam perjalanan mulai terasa berat kaki ini untuk melangkah dan nafas mulai sedikit memburu. Saya mulai memperlambat jalan untuk memberi kesempatan paru paru untuk bisa mengambil nafas dalam dalam. Karena jalan saya melambat dan sering berhenti, saya, Bambang dan Sulung (yang setia mengawa)l sampai di  puncak sekitar jam 02.00. Untung nya Hendri  sudah sampai sesuai target jam 24.00 dan sudah selesai mendirikan tenda, bahkan sudah selasai membuat kopi untuk kami ber tiga.

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di puncak Sibayak. Sambil melepaskan penat, saya menyiapkan kamera untuk mengambil momen matahari terbit. Cuaca pada saat itu sangat cerah dan sangat membantu dalam pengambilan gambar.

Sambil duduk di sekitar  api unggun sambil makan bekal yang di bawa,  kami bertukar cerita tentang pengalaman mendaki gunung. Setelah mendengar cerita saya,Hendri mengatakan kalau dia sebenarnya ingin sekali mendaki gunung di Jawa.. Tanpa terasaa matahari sudah naik tinggi walaupun jam masih menunjukkan pikul 07.00. Saya minta ijin tidur sebentar karena rencana nya kami akan turun jam 09.00.

Sesuai rencana, jam 09.00 kami turun. Entah karena jalannya turun dan cuaca sudah terang. Semangat saya mulai pulih. Kurang dari 3 jam, kami sudah sampai di Brastadi. Selesai makan siang kami balik ke Medan, dan saya pun langsung balik ke Tebing Tinggi.

Foto -fot selama di puncak saya share di blog saya yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *